PUISI

Puisi adalah karya sastra yang berisi tanggapan serta pendapat penyair mengenai berbagai hal. Pemikiran penyair ini kemudian dituangkan dengan menggunakan bahasa-bahasa apik serta memiliki struktur batin dan fisik khas penyair. (Gramedia Blog)

Aku menulis puisi sebagai media mencurahkan pikiran dan perasaan. Puisi-pusi akan ku tulis di blog ini secara berkelanjutan. Jadi setiap aku ingin menulis puisi akan ku tambahkan terus di post yang berjudul "PUISI" ini. Tidak akan menambah post baru yang terpisah dari sini.

Sebelum kita mulai aku mau menyampaikan bahwa puisi yang ku tulis di sini merupakan karya orisinalitas dari aku sendiri. Silakan dinikmati.

Baik, kita mulai pusi pertama;

 7.7

Aku memiliki rekening yang kering
Padahal hari ini 7.7

Aku bertanya padamu, "Sayang, mau kah engkau checkout keranjangku?"
Kau pun menjawab, "Aku memiliki keranjangku sendiri?"

"Kemampuanku sedang hilang di bulan ini untuk checkout keranjangku." Aku menjelaskan.
"Persiapkan lah dirimu untuk 8.8 di bulan depan, Sayang." Kau memberi saran.

Ohhh, seperti ini kah ditolak orang yang dicintai? Pikirku.

Aku pun menyatakan cinta yang berulang kali ku nyatakan.

"Sayang, aku selalu mencintaimu. Aku selalu ingin menjadi bantal yang selalu kau gunakan untuk mengistirahatkan kepalamu dan seluruh isinya." Kata ku.
Kau pun menjawab, "Dapatkah kau menjadi kasur juga, sebab aku juga ingin mengistirahatkan tubuhku, Sayang." Kau berharap.

Sejujurnya, tanpa sedikit pun keinginan untuk mengecewakanmu...
Aku menolak dalam ketidak berdayaan. "Aku tidak bisa menjadi kasur, Sayang."

Tanpa kau memberitahuku, aku tahu kau mempertanyakan kenapa aku tidak bisa, lewat tatapanmu.

Aku pun melanjutkan alasannya, "Tubuhmu berat, aku kegencet. Aku hanya akan menjadi kasur rusak, Sayang."

Dalam sekejap aku menyadari bahwa tak perlu aku menjadi kasur. Dengan tiba-tiba dan sangat cepat aku telah rusak.

Muara Enim, 7 Juli 2025
Danan Jaya


Comments

Popular posts from this blog

KECEWA

YANG MENARIK DARI TAHI

Tuhan Mempertemukan Aku dengan Rudi