RINDU PALING DALAM
Bisa dibilang saya jauh dari semua keluarga. Yang dekat dengan saya adalah teman-teman saya di tempat kerja. Jauh bagi saya adalah intensitas bertemu tidak setiap hari. Setidaknya ada 30 hari saya tidak bertemu dengan istri dan anak-anak. Mengobati rindu dengan kecanggihan teknologi. Video call setiap hari, sekedar mendengar mereka untuk memanggil-manggil dan menyebut-nyebut "Ayah" berulang kali. Namun, pada kenyataannya ada seseorang yang paling aku rindukan. Istri dan anak-anak sudah tentu, iya. Kerinduan yang paling dalam, paling aku rasakan adalah kepada wanita paruh baya yang rambutnya sudah seputih awan. Semua bisa menebak, ia adalah ibuku. Saya yakin kami berdua memiliki doa yang sama, doa untuk saling bahagia satu sama lain. Saya berharap ia bahagia dan ia pun rasanya mengharapkan saya bahagia. Hanya dengan mengingat senyumnya, saya merasakan surga sebelum masuk surga! Saya yakin semua orang yang h...