Posts

RINDU PALING DALAM

     Bisa dibilang saya jauh dari semua keluarga. Yang dekat dengan saya adalah teman-teman saya di tempat kerja. Jauh bagi saya adalah intensitas bertemu tidak setiap hari. Setidaknya ada 30 hari saya tidak bertemu dengan istri dan anak-anak. Mengobati rindu dengan kecanggihan teknologi. Video call setiap hari, sekedar mendengar mereka untuk memanggil-manggil dan menyebut-nyebut "Ayah" berulang kali.     Namun, pada kenyataannya  ada seseorang yang paling aku rindukan. Istri dan anak-anak sudah tentu, iya. Kerinduan yang paling dalam, paling aku rasakan adalah kepada wanita paruh baya yang rambutnya sudah seputih awan. Semua bisa menebak, ia adalah ibuku.     Saya yakin kami berdua memiliki doa yang sama, doa untuk saling bahagia satu sama lain. Saya berharap ia bahagia dan ia pun rasanya mengharapkan saya bahagia.     Hanya dengan mengingat senyumnya, saya merasakan surga sebelum masuk surga!     Saya yakin semua orang yang h...

Demonstrasi, Rakyat dan Politisi

Ngeri banget melihat keadaan negeri ini beberapa hari ke belakang. Teman-teman pasti tahu demonstrasi yang terjadi di mana-mana, di banyak wilayah Indonesia. Kalau ingin kita melihat duduk perkara yang terjadi atas kejadian demonstrasi besar kali ini, karena; Bermula dari kebijakan efisiensi yang digaungkan pemerintah membuat perekonomian lesu. Terjadi banyak PHK, kesempatan rakyat mendapat pekerjaan layak dengan gaji yang tinggi, sepi!!! Di tengah kegundah gulanaan rakyat, santer terdengar bahwa gaji anggota DPR kita semena-mena tingginya. Mari kita rasakan, ada banyak masyarakat yang lagi bingung memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan anggota dewan adem ayem sambil joget-joget seperti ayam. Maka dengan keadaan demikian rakyat turun ke jalan. Mereka melakukan demonstrasi dengan maksud menyampaikan keluh kesah dan aspirasi untuk perbaikan negeri. Apakah demonstrasi merupakan tindakan yang tidak dibenarkan? Teman-teman, demonstrasi di negara demokrasi sudah pasti dibenarkan untuk dil...

LANGIT TIDAK PERNAH KEHILANGAN AWAN

Kalau mau berbangga diri, saya adalah seorang suami yang cenderung lebih sering di luar rumah karena bekerja sehingga berjarak dengan istri. Tapi, tetap setia. Sampai saat ini, setidaknya hampir sembilan tahun menginjak usia pernikahan kami. Karena tempat kerja jauh dari rumah, saya bertempat tinggal di mess karyawan. Sangat seru dan mengasyikkan bermukim di mess. Ada beberapa suami-suami yang sulit mendapatkan ijin istri untuk keluar rumah. Saya dan teman-teman di mess terbebas dari yang namanya minta ijin. Lelah dan penat pulang dari bekerja, butuh teman ngobrol, tinggal main ke kamar sebelah. Semudah itu. Tinggal di mess dan bekerja dengan jarak yang jauh dari rumah tentu semakin mendekatkan kami pada kejahatan-kejahatan. Dewasa ini, kejahatan tidak serta merta hanya kejahatan kriminal seperti pencurian, perampokan, dan pembunuhan saja. Kejahatan yang terselubung juga ada dan bertebaran. Terjerumus dalam jurang perjudian, dunia yang dekat dengan alkohol dan narkotika, serta perselin...

BELUM ADA DUA JAM DI RUMAH

Begitu sampai di rumah aku melihat istri dan anak ku yang balita telah menunggu di pance (tempat duduk yang datar terbuat dari bambu dan kayu) di depan rumah. Ketika sampai karena menggunakan motor warna hitam, helm hitam, celana panjang, bersepatu, dan menggunakan rompi berbahan parasut anak balita itu takut. Kata bundanya "Itu ayah, bukan polisi." ternyata yang ditakutkan oleh anak balita itu adalah polisi. Bukan ayahnya. Maka ketika aku membuka helm barulah anak balita itu tertawa dan menghampiri minta digendong, dipeluk, dan dicium. Jam menunjuk ke angka 17:37 WIB. Istri dan anak-anakku belum ada yang mandi. Aku pun belum. Aku mandi duluan dan membuat perjanjian dengan istri dan anak-anak. Setelah aku mandi mereka semua juga harus mandi, mereka setuju. Menjadi pemimpin dalam rumah tangga memang harus memberikan contoh terlebih dahulu baru masyarakatnya mau menurut. Aku pernah membaca di post instagram yang mengatakan bahwa anak-anak tidak pernah menjadi pendengar yang bai...

OLAHRAGA UNTUK SEMUA

Image
Pasti, setiap manusia di bumi ini tidak akan menyangka ketika dokter menyarankan untuk memasang ring jantung pada tubuh mereka. Manusia akan terkejut tanpa menyangka bahwa pola hidup mereka selama ini akan mengakibatkan kerusakan fatal pada organ dalamnya. Selama ini mereka hanya bingung dan menerka-nerka menenai penyakit yang mereka keluhkan. "Sakit apa aku,ya? kok, enggak sembuh-sembuh? Sepertinya aku harus ke dokter untuk pemeriksaan kesehatan dan meminum beberapa butir obat agar aku lekas sehat." Manusia pada umumnya akan menyangka penyakit yang tidak kunjung sembuh itu akan sembuh apabila mereka berobat ke dokter dan mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter tersebut. Kebiasaan makan dalam porsi berlebih, kebiasaan kurang istirahat, memelihara stres yang panjang, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan jarang berolahraga membuat tubuh si manusia memberikan signal bermasalah dengan keluhan-keluhan yang tidak biasa dirasakan manusia. Pusing, sakit perut, sakit dada, tidak n...

YANG MENARIK DARI TAHI

Tanpa perlu didefinisikan dengan jelas, semua orang rasanya tahu dengan apa yang dimaksud tahi. Bukan rasa tahinya, ya. Semua orang juga tahu kalau tahi ini adalah limbah yang kotor, jorok, dan menjijikkan. Sebab tahi merupakan sisa makanan yang telah diproses dalam sistem pencernaan manusia yang dikeluarkan melalui (lubang belakang --penjelasan halus--) / (Lubang pantat --penjelasan yang sangat jelas--). Tahi memang, seperti yang kita tahu kurang etis jika dibahas secara terus menerus dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kebanyakan kita menganggap bahwa tahi hanya cukup ada untuk dikeluarkan. Rasanya dalam kondisi normal tidak ada yang mau di antara kita untuk kembali memakan tahi yang kita keluarkan. Beda halnya dengan orang sakit gila atau sedang dalam kondisi penyiksaan oleh orang lain. Dari sebuah buku, ada hal menarik mengenai tahi. Ntah, apakah akan menarik juga atau tidak untuk para pembaca postingan ini. Dalam sebuah buku, ada pemuda yang tergabung dalam Partai Komunis Indone...

Tuhan Mempertemukan Aku dengan Rudi

Image
Setelah melahap habis buku "Cantik itu Luka" karya Eka Kurniawan yang bertepatan dengan 7.7, di mana biasanya aku akan checkout buku baru di marketplace, aku tidak melakukannya karena keterbatasan biaya anggaran. Ada beberapa kebutuhan yang harus aku bayarkan sehingga meraup habis duit di rekeningku. Tentu berkaitan dengan bayaran semester istri di fakultas Pendidikan Guru SD dan bayaran pendaftaran anak di semester awal kelas tiga SD. Saat ini aku terus mengamankan tabungan dan biaya pendidikan anak beserta istri. Kebiasaan beli buku pada bulan Juli ini menjadi korban, tapi tidak masalah selama kebiasaan beli buku ini dieliminasi untuk biaya pendidikan. Rasanya tetap sebanding apa yang hilang dan apa yang didapatkan. Kebiasaan membeli buku yang hilang tidak menghilangkan kebiasaan membacanya. Pelarian dari ketidak berdayaan untuk membeli dan menghadirkan buku baru untuk dibaca tentu ada. Internet Perpustakaan Nasional (Ipusnas) menjadi rotan selama akar (beli buku baru) dihi...